Bingung Lanjutkan Bisnis atau Tetap Pegawai ?


20150124-081407.jpg

Pertanyaan Yang Sering Timbul.

Bagi Anda yang sudah bekerja dan juga sedang sambil berbisnis, tentu akan bingung jika dihadapkan pilihan antara tetap menjadi pegawai atau menjalankan bisnis yang sedang berjalan secara penuh. Pilihan ini semakin membingungkan jika gaji sebagai karyawan cukup memadai dan dilain sisi bisnis mulai ada tanda-tanda berkembang yang butuh perhatian lebih banyak lagi alias lebih serius.

Maka pertanyaan yang sering timbul adalah :

” Apakah saya harus berhenti bekerja dan lebih serius menggeluti bisnis ini yang sudah banyak peminatnya ?”

Ini Beberapa Saran Yang Bisa Membantu Anda.

Tidak dipungkirin bahwa banyak juga karyawan seperti Anda yang ingin sekali mempunyai bisnis sendiri serta berhenti kerja untuk mengembangkan bisnisnya lebih lanjut. Sayangnya sedikit yang memiliki keberanian untuk mewujudkannya dengan berbagai alasan.

Anda sudah memulainya dengan tahapan yang baik.

Jika Anda mempunyai bisnis sambilan yang telah menghasilkan tambahan pendapatan secara rutin. Dan Anda sudah mempersiapkan diri dengan secara tepat dengan membuat rencana pengembangan bisnis dimana suatu saat nanti Anda dapat menjadi pengusaha secara mandiri dan penuh waktu. Dan kemudian dapat meninggalkan pekerjaan Anda sebagai karyawan. Maka itu berarti Anda sudah mempunyai langkah-langkah dan rencana yang tepat sekali.

Bekerja sambil bisnis adalah langkah awal yang sudah tepat.

Anda mempunyai impian untuk menjadi seorang pengusaha, yang Anda bangun dari nol dan sambil bekerja. Inilah sebetulnya modal yang penting yaitu hasrat yang besar dari diri Anda untuk mewujudkan impian tersebut.

Bekerja keraslah untuk mencapai apa yang Anda inginkan. Orang yang berhasil itu harus dipicu oleh hasrat yang tinggi terhadap apa yang dikerjakannya. Semua pekerjaan yang dilakukan dengan sepenuh hati, datang dari hasrat dan mencintai apa yang dia kerjakan. Sehingga usaha yang Anda lakukan sambil menjadi karyawan, membuahkan hasil dan menambah pendapatan Anda.

Selama Anda masih menjadi karyawan, Anda bisa mengumpulkan modal uang dari sebagian gaji Anda untuk mengembangkan usaha dan Anda bisa belajar banyak dari perusahaan dimana sekarang Anda bekerja, yaitu belajar bagaimana proses produksi, marketing, mengelola keuangan, mengelola waktu dan banyak hal lainnya. Dan juga belajar kepemimpinan dari atasan Anda saat ini, ingat jika Anda sudah menjadi pengusaha mandiri, Anda akan menjadi pemimpin dari bisnis Anda sendiri.

Untuk menjadi pengusaha mandiri.

Anda sudah harus menguasai dan menjadi master dalam memproduksi dan memasarkan produk Anda sendiri. Jika saat ini sudah menguasai dalam produk yang Anda geluti, maka Anda harus terus belajar dan berinovasi serta juga harus bisa menciptakan produk lainnya.

Masalah mengatur waktu memang menjadi kendala bagi seorang pengusaha sambilan. Namun tentu Anda harus belajar untuk mengatur waktu dengan baik tanpa harus mengambil waktu jam kerja Anda sebagai karyawan. Tulislah jadwal waktu Anda untuk bekerja di usaha Anda. Manfaatkan waktu luang di malam hari dan akhir pekan.

Pekerjaan rutin dalam bisnis Anda harus mulai bisa didelegasikan kepada orang lain yang Anda percayakan. Misalnya dalam pembuatan produk atau pengadaan bahan baku yang sudah berjalan dan mempunyai hasil. Jika memang pesanan atau pembeli sudah banyak, Anda harus bisa mengambil tenaga kerja atau orang terdekat yang dapat membantu Anda, sehingga Anda mempunyai tim kerja dan pelanggan tetap bisa puas. Dan yang penting Anda tetap bisa membagi waktu dengan pekerjaan kantor Anda.

Berilah training kepada tim kerja Anda, buat sistem kerja untuk mereka sehingga mereka akan menjalankan usaha Anda. Dengan adanya tim kerja ini, Anda akan belajar banyak menjadi seorang pemimpin dan mempunyai tanggungjawab baru sebagai tantangan. Dan akan membuah semangat baru untuk memproduksi dan memasarkan produk lebih banyak dan Anda dapat berinovasi dan membuat produk baru lainnya.

Saran teman-teman dan Keinginan Anda.

Tentu keinginan Anda atau adanya saran teman-teman dekat agar Anda berhenti kerja dan lebih serius menggeluti usaha Anda ini adalah benar. Jika bisnis yang Anda pilih dan jalankan sudah baik dan mempunyai pangsa pasar yang luas. Dan Anda ingin berhenti kerja dan serius menjalankan bisnis, Anda harus berkomitmen dan fokus menjalankannya. Sehingga keputusan Anda untuk berhenti kerja akan menjadi keputusan yang berkualitas untuk diri Anda dan keluarga.

Anda harus mempersiapkan semuanya agar tepat pada waktunya, Anda sudah siap berhenti kerja dan menjadi pengusaha mandiri. Tetapkan visi dan misi serta target usaha Anda. Bangunlah tim kerja dan sistem kerja dari sekarang sehingga mereka akan bersama-sama Anda menjalankan usaha Anda dan menghasilkan keuntungan melebihi dari gaji Anda saat ini. Disiplin dalam mengatur keuangan sangat diperlukan agar tidak menyesal dikemudian hari.

Kembangkan usaha Anda, dengan memberikan nilai tambah dan keunikan pada produk Anda sehingga pelanggan Anda akan selalu memberi order. Tentukan target market Anda, perluaslah ke pelanggan korporasi. Tingkatkan kualitas produk dan perluas jenis produk Anda. Kampanyekan brand usaha Anda di media/sosial media.

Bergabunglah dengan komunitas bisnis, dan carilah mentor untuk membimbing Anda dalam berusaha. Datangi seminar/training dan baca buku-buku pengembangan bisnis.

Jika semua tahapan sudah dijalankan dengan baik dan terencana, yakinlah bisnis Anda akan berkembang lebih besar dan Anda tidak harus bingung lagi untuk menentukan pilihan, kapan Anda harus memutuskan berhenti jadi karyawan dan siap menjadi pengusaha mandiri.

Iklan

5 responses to “Bingung Lanjutkan Bisnis atau Tetap Pegawai ?

  1. Selamat Siang Pak ?,
    ada kata kata dari bapak bisnis dengan teman teman ribet,
    bagaimana jika teman saya , saya manfaatkan untuk menjadi karyawan saya? mungkin bisa bapak jelaskan berdasarkan pengalaman bapak berbisnis dengan hadirnya teman…
    terima kasih.

    • Berbinis dengan mengajak teman atau saudara memang baik baik saja jika tenaga dan pikiran mereka amat kita butuhkan. Itu tergantung bagaimana Anda bisa memenage sehingga ada perbedaan yg jelas antara berteman dan berbisnis.

      Jika Anda hanya sekedar menolong atau mempekerjakan mereka sebaiknya tidak usah. Itu lebih sulit lagi ukurannya.

      Risiko yg umum terjadi adalah hubungan saudara atau teman akan jadi hilang selamanya, karena kesalah pahaman dalam bekerja..

      Jika risiko tersebut bagi anda hal yg kecil, ya terserah bagi Anda, namun jika hubungan persaudaraan atau teman cukup penting buat Anda, sebaiknya hindari…

      oh iya mempekerjakan orang dalam bisnis kita dimana kita amat tergantung pada pekerjaannya dan kita tahu tidak bisa untuk jangka panjang, itu artinya hanya membuang-buang waktu Anda saja dalam mendidiknya ..!
      Sehingga Anda selalu kehilangan fokus untuk memajukan bisnis.
      Ok mks..

  2. Saya sudah terjun jd pengusaha,sudah 7 bulan berjalan,tp omset belum ada kenaikan,tp Alhamdulillah klo pelanggan sudah mulai bertambah…..yang jadi permasalahan beratnya menghadapi kebutuhan hidup di awal-awal usaha,pilihannya apakah pinjam dana atau jual aset untuk biaya hidup…..??

    • Memang begitulah awal. Berbisnis..
      Jangankan untuk makan sehari hari, apalagi kalau harus ditambah bayar hutang kalau modal boleh minjam..
      Keuntungan usaha baru bisa saya nikmati setelah meliwati satu tahun dgn bersusah payah.. Itupun secara bertahap ..

      Tahap pertama biaya pegawai dan listrik.
      Kedua.. Kebutuhan sekolah
      Ketiga.. baru untuk. Keperluan sehari hari..

      Artinya yg tidak bisa ditunda itu prioritas, baru berikutnya yg bisa ditahan atau dihemat… Jangan sampai modal usaha dimakan (perlunya catatan keuangan yg tertib)…

      Pengalaman saya untuk memperbesar omset adalah harus banyak jenis barang (bukan volume barang, misal 1 – 3 barang perjenis) nah caranya adalah dgn cara pendekatan kepada pemasuk barang..

      Pertama minta kelonggaran jangka waktu oembayaran tagihan.

      Kedua minta tambahan barang2 yg baru agar bertambah komplit. Namun jumlah perbarangnya sedikit sedikit saja (2 atau 3) untuk setiap jenisnya.

      Ketiga, seperti pepatah cina, awal bisnis kalau perlu makan bubur dulu setiap hari agar jangan makan modal dan keuntungan usaha.

      Keempat, jangan minjam modal berupa uang tapi harus berupa barang, kalau ngga laku barang bisa dipulangkan.. (seperti nomor Kedua)

      Bagi teman-teman yg sedang bekerja dan ingin berbisnis. Sebaiknya awalnya berbisnis jangan berhenti dulu bekerja, sehingga Anda ada waktu agar bisnis nya jalan dulu.. (makan sehari hari dari gaji kantor dulu), istri dan anak harus bisa bantu sampai suami berhenti kerja..

      Jual aset .?

      Jika memang ada aset yg tidak produktif dan malah menjadi beban karena pemeliharaannya memerlukan biaya, maka aset seperti ini bisa saja dijual untuk menambah modal.

      Waktu saya diphk, saya punya pesangon dan beberapa aset.. Karena bisnis belum pengalaman, pesangon saya hampir habis untuk bisnis.. Agar tidak terpuruk lebih jauh aset berupa mobil dan aset yg tdk produktif saya jual dan saya belikan toko dan modal usaha dagang sendiri.. (dulu waktu bisnis sama teman2, ribet)..

      Alhamdulillah bisnis toko ini ternyata jalan walau agak lambat, lebih dari setahun pak baru terlihat, itupun berkali kali ganti barang dagangan, artinya barangnya jadi cambur baur, yg penting dibutuhkan pembeli… Setelah 2 tahun konsep tokonya mulai jelas. Saya hanya jualan alat2 listrik dan macam2 barang bangunan yg laku saja…

      Alhamdulillahnya lagi, aset2 yg saya jual dulu bisa saya beli lagi, tentunya yang baru…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s