Bermurah Hati Atau Bersedekah.


20121205-101051.jpg

Bersedekah Cara Menghindar Dari Keserakahan.

Waktu menjadi pegawai, waktu saya habis dikantor. Waktu berwiraswasta, waktu saya habis dilapangan. Semua itu dilakukan untuk menggapai keberhasilan, kesuksesan, dan tentunya kekayaan. Apakah Anda juga demikian dengan waktu Anda ? Apakah Anda sudah mendapatkan apa yang Anda inginkan? Tentunya Saya harapkan semuanya mempunyai khabar yang baik.

Namun disisi belahan dari lingkungan Kita, masih banyak orang lain yang menghabiskan waktunya seharian wara-wiri hanya untuk sekedar mencari makan, bukan untuk makan tiga kali sehari, untuk satu kali makan sehari sajapun mereka belum tentu berhasil.

Mereka itu adalah orang-orang yang tidak lagi punya harapan bisa keluar dari kemiskinan. Sementara Anda dan Saya, walaupun sudah memiliki pekerjaan bagus, usaha yang bagus, sudah bisa memberikan keluarga kehangatan setiap hari. Tidak bisa dipungkiri lagi, kalau kita terus mencari dan mencari keberhasilan dan kesuksesan.

Ada anggapan sebagian orang yang mengatakan, bahwa yang sedang kita perjuangkan ini adalah keserakahan, hanya memikirkan diri sendiri dan mengeksploitasi kaum miskin. Orang miskin bertambah miskin dan yang kaya bertambah kaya. Itulah yang memang tampak dari luarnya.

Memang kita sulit membantu orang lain, kecuali mereka betul-betul ingin membantu diri mereka sendiri.

Kabar Baiknya Banyak.

Setelah saya membolak balik buku, berselancar diinternet, tujuan saya berhasil. Banyak kabar gembiranya, bahwa anggapan miring terhadap seorang usahawan itu tidak sepenuhnya betul. Banyak orang sebagai usahawan salah satunya seperti Robert T. kiyosaki yang membahas masalah ini, ia mengatakan bahwa sebagai pengusaha harus bisa mengembalikan kesuksesannya dan keberhasilannya kepada masyarakat, minimal masyarakat lingkungan sekitar tempat tinggal. Ini sebagai salah satu faktor pengendalian diri yang amat penting bagi seorang usahawan.

  • Robert T. Kiyosaki dengan yayasannya The Foundation For Financial Literacy. Perusahaan Cashflow Technologies, Inc. Mendukung yayasan ini.
  • Ted Turner menjanjikan satu milyard dollar pada PBB.
  • Bill Gates pengusaha muda menjanjikan $4 milyar untuk berbagai tujuan mulia.
  • John D. rockefeller mendirikan yayasan amal, memberikan donasi besar pada Universitas Chicago.
  • Banyak juga orang berhasil dan kaya mendirikan lembaga-lembaga pendidikan sendiri. Seperti Standford dengan Standford University dan Duke dengan Duke University.

Di Indonesia juga banyak orang yang bermurah hati dengan dunia pendidikan. Salah satunya dimulai pada tahun 2003, Ustadz Yusuf Mansur memulai dengan mengasuh 8 anak yatim dan dhuafa yang disekolahkan serta dijadikan partner dalam menjaga hafalan Al-Quran, shalat berjamaah, shalat malam dan shalat dhuha. Semakin hari jumlah santri semakin bertambah, sehingga sudah saatnya memulai pembangunan Pondok Pesantren Daarul Quran di Kampung Bulak Santri, Tangerang.

Bagaimana Dengan Anda dan Saya.

Salah satu pengendalian diri dari seorang usahawan adalah bagaimana mengontrol atas upaya mengembalikan sebagian besar dari uangnya atau kekayaannya pada masyarakat. Kontrol itu harus kita lakukan pada diri sendiri dari sejak dini, tanpa harus menunggu keberhasilan usaha.

Pada awal usaha, setiap jum’at pagi sebelum ke masjid, saya suka memberikan sedikit uang kepada pegawai saya untuk ia bagikan sendiri kepada orang-orang miskin. Dan saya tidak lupa mengatakan : “Kalau nanti gaji kamu sudah naik, pakailah sedikit uang kamu sendiri untuk bersedekah.”

Dari sejak masa kecil orang tuaku selalu mengingatkan pada saya bahwa menurut agama ada sebagian kecil dari rizki yang kamu peroleh adalah sebetulnya milik atau hak orang lain. Sebagai pengusaha kecil atau sebagai pegawai, jika mengabaikan atau memakan hak orang lain tersebut sebetulnya hanyalah masalah kesempatan dan waktu, toh pada akhirnya kamu akan membayarnya juga setelah kamu mati. Kekayaan itu tidak bisa dibawa mati. Tentu itu adalah harga yang paling mahal yang akan Anda lakukan nantinya, dan itu tidak memerlukan persetujuan Anda lagi. Amat di sayangkan…..

Apalagi dalam pergaulan akan tidak enak rasanya jadi orang kaya tapi tidak bermurah hati. Dalam sejarah tidak ada orang menjadi miskin karena bermurah hati. Namun kenyataan banyak juga pengusaha yang sukses dan kaya, tergolong yang serakah dan pelit. Mudah-mudahan Anda dan saya tidak termasuk golongan tersebut.

Bermurah Hati adalah Pengendalian diri.

Sebagai pengusaha besar atau kecil, pengendalian diri adalah penting. Tidak bermurah hati, dengan mengabaikan atau memakan hak orang lain, itu hanya masalah dalam memanfaatkan waktu dan kesempatan saja.

Pada akhirnya,
kamu harus membayarnya juga setelah kamu mati. Kamu harus menyerahkan semua asset dan kekayaamu kepada orang lain tanpa perlu tanda-tangan Mu.

Tentu itu adalah harga yang paling mahal sekali. Kesuksesannya dan seluruh kekayaannya tidak bisa dibawa mati.

Sungguh rugi dunia dan akherat bagi orang-orang yang tidak bermurah hati.

Dalam salah satu tulisannya Robert mengatakan bahwa :”Pokoknya ketahuilah bahwa bermurah hati menjadikan kita sangat bahagia dengan berbagai cara.”

Bagi saya, “Untuk orang sukses atau kaya, bermurah hati itu terasa logis secara financial, selain sebagai pengendalian diri, bermurah hati itu adalah salah satu cara untuk membuat kesenangan tersendiri.”.

Sebagai salah satu faktor pengendalian diri dari seorang usahawan, siapkan segera rencana bagus ini kedalam cashflow usaha Anda.

Iklan

5 responses to “Bermurah Hati Atau Bersedekah.

    • Betul Mba, memberi khususnya sedekah merupakan salah satu kesenangan yang bukan saja berdampak didunia, tapi juga merupakan investasi diri untuk di akherat..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s